Aside

TEN THOUSAND REASONS TO THANK GOD

16 Jun

click the song here: http://www.2shared.com/audio/Ke3pIGDi/10000_Reasons__Bless_The_Lord_.html

[Chorus]
Bless the Lord, O my soul
O my soul
Worship His holy name
Sing like never before
O my soul
I’ll worship Your holy name

The sun comes up, it’s a new day
dawning
It’s time to sing Your song again
Whatever may pass, and whatever
lies before me
Let me be singing when the
evening comes

[Chorus]
Bless the Lord, O my soul
O my soul
Worship His holy name
Sing like never before
O my soul
I’ll worship Your holy name

You’re rich in love, and You’re slow
to anger
Your name is great, and Your heart
is kind
For all Your goodness I will keep
on singing
Ten thousand reasons for my
heart to find

[Chorus]
Bless the Lord, O my soul
O my soul
Worship His holy name
Sing like never before
O my soul
I’ll worship Your holy name
And on that day when my strength
is failing
The end draws near and my time
has come
Still my soul will sing Your praise
unending
Ten thousand years and then
forevermore

[Chorus x2]
Bless the Lord, O my soul
O my soul
Worship His holy name
Sing like never before
O my soul
I’ll worship Your holy name
Jesus, I’ll worship Your holy name
Lord, I’ll worship Your holy name
Sing like never before
O my soul
I’ll worship Your holy name
Jesus, I’ll worship Your holy name
I’ll worship Your holy name

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

FATHER

16 Jun

By Rudy Tejalaksana

Betapa berharganya semua rancangan Tuhan bagi manusia. Salah satu kehebatan Tuhan adalah menciptakan laki-laki dan perempuan, yang totally sangat berbeda.

Laki-laki dipersiapkan dengan semua kelengkapanNya untuk berdiri di depan, barisan pertama menghadap Tuhan. Imam atas hidupnya dan hidup keluarganya. Menjadi imam memerlukan lebih dari sekedar kesadaran bahwa laki-laki adalah mediator kasih Kristus bagi keluarga. Menjadi Imam bagi keluarga adalah sebuah panggilan kudus yang memerlukan tangan yang di”kosong”kan, menyerahkan diri pada Tuhan dan keluarga. Menjadi imam berarti memilih mengorbankan diri, menyerahkan yang terbaik pada Tuhan dan keluarga. Imam adalah orang pertama yang terbakar, ketika api melanda keluarga. Imam adalah orang terakhir yang keluar dari kapal yang dilanda gelombang, untuk memastikan semua penumpang lain selamat terlebih dahulu. Imam menyerahkan dirinya pada orang-orang yang dikasihinya.

Bukankah menjadi ayah bagi anak-anak kita adalah panggilan untuk menjadi imam bagi mereka ?

Di dunia yang begitu materialistik, egoistik, konsumeristik, para ayah dipanggil sekali lagi untuk melakukan karya imam bagi keluarga. Ah … Betapa sulitnya. Di tengah kerumunan para ayah yang sedang membanggakan kariernya, jabatannya, pangkatnya, uangnya, tubuhnya, kuasanya, benda dalam genggamannya, bagaimana para ayah-imam ini ?

Ketika semua ayah membanggakan betapa sibuknya mereka dalam kesuksesan, ayah-imam sedang mensyukuri waktu bermain bersama anak-anaknya

Ketika para ayah menghitung satu persatu kekayaan dan keberhasilan kariernya, ayah-imam sedang menghitung betapa indahnya pertumbuhan anak-anaknya.

Ketika para ayah sedang menikmati fasilitas mewahnya; rumahnya, mobilnya, villanya, kantor barunya, cabang bisnisnya, bisnis barunya, kolam renang jacussy privatnya, perjalanan tour keliling dunianya, rapatnya, ayah-imam sedang menikmati pelukan anak istrinya, menikmati menyapu-mengepel rumah demi istri dan anaknya. Menikmati gurauan dibawah atap rumah kontrakan yang sederhana, ditemani teh hangat dan jagung rebus buatan istri.

Ketika ayah-ayah sedang menikmati dan menuntut penghormatan dari para bawahannya, ayah-imam mendapat penghormatan tulus dari istri dan anak-anaknya.

Ayah-imam bekerja sekuat tenaga sampai jauh malam ketika semua sudah lelap. Ayah-imam mengorbankan mimpi dan ambisinya demi keluarga. Ayah-imam memimpikan hal-hal besar bagi keluarganya. Namun yang paling istimewa adalah setiap hari ayah-imam berdiri dihadapan Tuhan dengan syukur, mempersembahkan hidupnya bagi kemuliaan Tuhan. Ketika ayah-imam bertelut di hadapan Tuhan, istri dan anaknya akan ikut bertelut. Ketika ayah-imam menyerahkan hidupnya pada Tuhan, istri anaknya dengan rela hati melakukan hal yang sama. Mengapa ? Karena mereka tahu, ayah-imam mendedikasikan seluruhnya pada Tuhan dan dirinya. Suatu hari, semua orang dalam keluarga akan mengatakan, ” karen begitu besar kasihmu kepada Allahmu, engkau memberi yang paling istimewa buat kami. Sekarang, kami juga akan melakukan hal yang sama. Kami akan mengasihi Allah yang engkau sembah. Allahmu akan menjadi Allah kami. Kami akan menyembah Allah yang hidup, seperti teladanmu”.

Ah betapa indahnya menjadi ayah, ketika mengetahui bahwa yang kita lakukan bagi keluarga bernilai indah dalam kekekalan nanti. Mari terus berjuang bagi keluarga. Lakukan yang terbaik. Do hard things for Jesus and family.

Selamat hari Ayah 2013
Malaysia, 16 Juni 2013
Pk. 14.16 di atas bukit kecil penuh kenangan dengan Tuhan

Rudy

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

WHEN LOVE GROWS

15 Jun

Oleh Rudy Tejalaksana

Waktu cepat sekali berlalu. Yang paling banyak kita sesali bukanlah apa yang sudah kita lakukan, namun apa yang belum kita lakukan. Begitu juga dalam membesarkan anak-anak kita dalam keluarga.

Rasanya seperti baru kemarin Ben lahir. Sekarang semua bertumbuh. Tubuhnya bertambah tinggi (banyak orang menyangka dia udah berumur 4 padahal baru 2,5 thn). Dia dapat diajak berbicara tentang apa saja. Responsnya selalu jelas, meski dg gaya anak2nya. Semua bertumbuh dengan baik. Namun salah satu pertanyaan di hati saya adalah: apakah kasihnya juga tumbuh dengan baik ?

Seringkali kita sibuk mengurusi pertumbuhan tubuhnya, mentalnya, intelektualnya, karakternya. Tapi jarang sekali kita bertanya, “apakah kasih juga tumbuh di dalam diri anakku?”

Untuk tumbuh dengan subur, kasih memerlukan setidaknya 5 akar yang kuat:
1. Anak memerlukan rasa aman (security) untuk tumbuh mempercayai Tuhan, dirinya dan dunia ini.

Rasa aman yang kuat pastilah tumbuh pertama-tama dari relasi dengan orang tuanya. Orang tua yang menyentuh, memeluk, mendoakan, menuntun dan menjadi teladan hidup membuat anak-anak merasa aman, bahkan ditengah kondisi terburuk sekalipun. Anak-anak yang tidak mendapat rasa aman dalam masa kecilnya akan terus merindukan dan sekuat tenaga mencari rasa aman itu disepanjang hidupnya. Anak-anak tanpa rasa aman akan sangat sulit mengembangkan kasih sayang di hidupnya. Anak-anak yang menemukan rasa aman sejati dari Tuhan lewat sentuhan papa mama, kasih akan tumbuh dalam dirinya. Anak ini melihat orang lain dengan kasih yang kuat. Anak-anak yang merasa aman, akan melihat hidup itu indah, hidup itu semangat, hidup itu antusias.

2. Anak memerlukan batasan (boundaries) untuk memproses dirinya menjadi berlian yang indah.

Batasan itu sangat penting bagi anak. Dari batasan itulah mereka belajar mengenai respek dan kasih. Anak-anak diberi batas yang bijak dan orang tua dengan respek dan konsisten membimbing anak berdiri dan berjalan dengan antusias di dalam batas itu. Anak-anak akan tenang dan antusias berada dalam batas itu selama orang tua tenang dan antusias dalam batasan yang sama. Seringkali anak memberontak bukan karena mereka tidak menyukai batas atau ingin melawan. Namun anak seringkali menemukan orang tua yang berjalan melewati batas, sambil memerintahkan anak tetap di dalam batas. Anak akan marah dan berontak.

Contoh: anak dilarang untuk merokok, namun disisi lain papanya masih merokok.

anak akan tenang dan bahagia dalam batas ketika orang tua tenang dan bahagia (dan konsisten) berada didalam batas.

Bounderies membuat anak justru merasa aman. Anak tahu mana yang boleh dan tidak. Mana yang benar dan salah. Anak akan belajar berjalan di jalan yang orang tuanya pilih.

Boundaries membuat anak belajar respek dengan diri sendiri dan orang lain. Respek ini akan menolong mereka respek pada Tuhan dan hidup. Ketika anak respek pada hidupnya, dirinya, tubuhnya dan Tuhannya, kasih dari Tuhan akan tumbuh dengan indah dalam dirinya.

Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual, mengalami kerusakan dalam respek. orang lain mendobrak dan memaksa masuk, menghancurkan boundaries hidup. Ketika boundaries itu dihancurkan dan respek direnggut, anak-anak akan terluka parah. Sy menemukan ratusan kasus anak2 yang tinggal dijalanan, mengalami kekerasan-kejahatan seksual. Hidup mereka hancur. Batasan mereka dirusak orang lain. Anak-anak ini akan keluar dari puing-puing dengan hati hancur, siap menghancurkan diri mereka sendiri. Benci tumbuh, kemarahan memuncak, dan merenggut semua masa kecil mereka.

Orang tua memberi batasan ” Yes and No” dengan bijak dan benar akan membuat anak mampu berdiri dengan “Yes dan No” yang bijak dan benar pula.

3. Anak memerlukan merasa bahwa hidupnya penting (significant).

Orang tua seringkali membuat relasi I-it dengan anak. Relasi I – It sering digambarkan dengan bagaimana orang tua memperlakukan anak sebagai benda (obyek). ” Lakukan ini… Lakukan itu…. Ayo berdiri… Duduk… Pindah…. Belajar…. Jalan…. Makan… ” dan banyak perintah lainnya. Anak2 seringkali merasa bahwa mereka mirip sekali dengan benda. Bahkan dibeberapa bagian, anak2 merasa bahwa mereka sudah kalah bersaing dengan rumah baru, mobil baru, pekerjaan karier orang tua. Orang tua yang begitu sibuk, memberi mainan mahal, liburan mahal, untuk anak sebagai kompensasi. Anak2 merasa sebagai obyek, sebagai benda.

Belum lagi orang tua yang penuh kontrol, otoriter, penentu keputusan. Anak2 hanya menjadi pelaku yang menjalankan perintah. Relasi I – It menyakiti hati anak-anak. Anak-anak merasa hidup mereka tidak penting. Anak merasa semakin kecil setiap hari. Bagaimana anak bisa melihat orang lain penting, bila dia tidak dapat melihat bahwa dirinya penting ? Bagaimana kasih bisa tumbuh dalam diri anak ketika mereka merasa kecil, tidak berguna, tidak berarti ? Bagaimana mereka dapat merasa bahwa hidup mereka penting bagi Tuhan, kalau orang tua saja tidak merasa hidup anak-anak ini penting ?

Begitu banyak anak yang tumbuh remaja dan dewasa tanpa merasa penting. Hidup dijalani apa adanya, begitu tanpa makna. Kasih hanya bisa tumbuh kalau anak merasa bahwa hidupnya penting krn orang tua memperlakukan mereka dengan respek dan hikmat.

4. Kasih anak hanya tumbuh di dalam komunitas dengan orang lain

Anak-anak moderen begitu terseret masuk ke dalam hidup individualis. Begitu sendiri. Permainan anak begitu sendiri. Begitu eksklusif. Video game, televisi, tablet, smartphone, telah membuat anak hidup begitu sendiri. Mereka tetap sendiri meski bersama orang lain. Lihat saja ketika ketika acara makan keluarga besar. Tubuh bersama, namun tetap merasa sendiri. Kehadiran orang lain sudah lama terlupakan. Bagaimana kasih dalam anak-anak bisa tumbuh ? Kasih memerlukan komunitas untuk tumbuh. Orang tua perlu menghadirkan komunitas “benar” bagi anak-anak. Persahabatan dengan anak-anak tetangga, berbagi dengan bapak pengangkut sampah, bersahabat dengan pak satpam, komunitas sekolah minggu, sahabat kasir di Giant supermarket, penjual tahu, penjual kue, tukang potong rumput, dan sebagainya. Anak2 tumbuh kasihnya ketika sejak kecil mereka melihat kehadirannya sebagai bagian penting hidup orang lain. Ben mempersiapkan buah2an, kue, masakan mama, untuk dibagikan pada tetangga, pada pak Sukri si pengangkut sampah, dan bahkan berpikir untuk membagi mobil2an barunya dengan teman-temannya. Betapa indahnya kasih tumbuh dalam komunitas. Anak2 tahu bahwa hidupnya adalah bagian penting hidup orang lain

5. Hidup anak-anak adalah bermain. Disanalah mereka mengembangkan hidupnya, kreatifitasnya.

Hidup anak-anak adalah bermain. Ambillah permainan anak, maka berhentilah dia hidup. Hidup anak-anak diisi dengan bermain. Permainan membuat mereka belajar. Bermain membuat mereka hidup; tumbuh dalam imajinasi, mimpi, harapan, kreatif. Bermain membuat anak bergerak, antusias, bersemangat. Disanalah mereka belajar.

Sebagian besar sekolah telah mengambil hidup anak-anak. Sekolah merusak arti belajar(hanya duduk mendengar dan menyelesaikan tugas. Dimarahi, diberi ranking, dilabeli pintar / bodoh. Kalau sekolah hanya itu saja, kita anak melihat anak2 yang semakin sekolah semakin kehilangan banyak potensinya. Sekolah mengikat anak untuk mengikuti mau guru, bukan potensi anak. Anak-anak begitu menderita di sekolah.

Hal itulah yang membuat kami enggan memasukkan Ben ke sekolah. Ben harus tumbuh dari semua hal yang Tuhan taruh dalam hidupnya. Orangtua hanya fasilitator anak belajar. Bukanlah belajar bisa dimana saja ? Kapan saja ? Dan dari apa saja ? Bukankah permainan anak digunung-gunung, dengan sungai, pohon, daun, batu, jangkrik, kodok, tikus, monyet adalah obyek belajar anak yang begitu membangkitkan antusias ? Bukankah alam menjadi tempat terbaik bagi anak untuk belajar ?

Di kota besar, anak-anak dibesarkan jauh dari alam. Mereka dikotakkan dalam ruangan, apartement, villa, dan seterusnya. Anak-anak menjadi sangat jauh – secara emosional – dengan alam. Karena itulah anak-anak modern tumbuh tanpa rasa cinta dengan alam. Bukanlah salah satu problem terbesar kerusakan alam karena anak-anak memang sedikit sekali memiliki kesempatan berinteraksi dengan alam ?

alam dan isinya menceritakan kemuliaan Tuhan. Bawalah anak sedekat mungkin dengan alam, maka mereka akan melihat kemuliaan Allah. Kreatifitas alamiah yang anak-anak punyai begitu mengagumkan. Janganlah batasi atau bahkan merusaknya dengan cara yang salah. Hati-hatilah melihat potensi anak, dan bantulah mereka mengembangkannya dengan indah. Bermain adalah cara terbaik membangunkan mimpi, harapan dan kreasi indah anak-anak.

Betapa indahnya masa kanak-kanak. Betapa bahagianya sejak kecil mengenal Tuhan, dan bertumbuh dalam kasih-Nya hari demi hari. Anak-anak akan jadi anak-anak panah kasih terbaik, jadi alat kasih Tuhan bagi dunia yang haus dan lapar akan kasih. Anak-anak memerlukan. Security, Boundaries, Significant, community dan Creativity untuk tumbuh dalam kasih setiap hari. Sudahkah kasih anak Anda tumbuh hari ini ? Mari kita memastikannya….

Malaysia, 09.06.2013
Refleksi belajar dari atas bukit ketika belajar di Holistic Child Development Institute

Rudy

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

CINTA SEJATI

20 Mar

Metro TV : Kick Andy True Story-
Eko Pratomo Suyatno, direktur perusahaan asset management pasar modal & invest. Ÿğ telah merintis & memajukan reksadana di Ind. P. Eko menikah lbh dr 32 th dgn 4 anak.

Di usia ke 58 th, kesehariannya diisi dgn merawat istrinya, yg skt krn saat melahirkan anak ke 4, tiba2 kakinya lumpuh 2 thn & thn ke 3 tubuh istrinya semkn lemah & lidahnya pun tdk bs digerakkan.

Stp hari ia memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi & mengangkat istrinya ke atas tmpt tdr. Sblm bekerja ia meletakkan istrinya di dpn TV spy tdk kesepian. Siang hr menyuapi, sorenya memandikan, menyuapi & menemani istrinya nonton TV & bercerita apa yg dialami dlm 1 hari.

Rutinitas itu dilakukan selama 25 thn dgn sabar merawat istrinya sendiri smp ke 4 anaknya dewasa & menikah tinggal si bungsu kuliah.

Suatu hr ke 4 anaknya ingin menjaga, merawat ibunya scr bergantian & mengijinkan bapaknya menikah lg utk menikmati masa tuanya.

Ttp P.Eko berkata : jklau pernikahan & hdp di dunia ini hanya utk nafsu, mgkn bpk akan menikah. tp adanya ibumu disampingku itu sdh cukup. Kalian yg kurindukan hadir di dunia ini dgn penuh cinta yg tdk satupun dpt dihargai dgn apapun.

Dan apkh ibumu inginkan spt ini ? Apkh bpk bs bahagia meninggalkan ibumu?
Kalian ingin bpk yg msh diberi kesehatan dirawat oleh org lain tp bgmn dgn ibumu yg skt?

Menangislah ke 4 anaknya & mrk melihat ibunya pun menangis dgn pilu. P. Eko bercerita di dpn Metro TV: jk manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dlm pernikahan ttp tdk mau memberi wkt,tenaga,pikiran & perhatian itu adlh kesia2an. Sy memilih istri menjd pendamping hdp & sewkt dia sehat pun dgn sabar merawat, mencintai saya dgn Hati & batinnya bkn dgn Mata.

Diapun memberi 4 anak & skrg sakit krn berkorban utk cinta kami, itu mrpkn ujian bagi sy, apkh dpt berkomitmen utk mencintainya apa adanya.

Sehatpun blm tentu sy mencari penggantinya aplgi sakit.. Mencintai tnp Syarat akan membuat suatu hubungan lebih indah n bahagia. Bukankah itu cinta sejati

Kick Andy Metro Tv

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

BETAPA SEDERHANANYA MENDIDIK ANAK

2 May

Ditulis oleh: Prof. Dr. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.
Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.
Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.
Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.
Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.
Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Tulisan buat para penerus bangsa

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

MEMORI BAYI DARI BULAN KE BULAN

19 Jan

(Sumber: http://www.psikomedia.com)

Suka cita bertambah jika si bayi sudah bisa mengenali wajah ibu dan ayahnya. Sejak kapan, ya, dia mulai bisa mengingat?

Proses kelahiran bayi adalah sebuah “trauma”, bagaimana dia harus keluar dari rahim ibu melalui jalan lahir, belajar bernapas dengan paru-paru, dan berusaha bertahan hidup di lingkungan yang baru. Alangkah mengerikannya bila semua proses itu kemudian diingatnya sampai dewasa. Oleh karena itulah, ada tahapan dimana bayi tidak dapat mengingat kejadian apapun, sampai kemudian secara bertahap memorinya mulai bekerja.

HARI-HARI PERTAMA

Di hari-hari pertamanya seorang bayi tidak dapat mengingat apapun, walaupun samar-samar sudah mulai merasakan adanya suara dan bau. Sebenarnya bayi sudah dapat mendengar suara ibunya ketika berusia 16 minggu dalam kandungan. Setelah lahir, pengenalannya akan suara itu muncul kembali saat mendengar ibunya berbicara. Pada minggu pertamanya, bayi mulai mengenali bau ASI dari ibunya.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh ibu dan ayah pada bayinya di hari-hari pertama di rumah? Hal yang disarankan adalah sebaiknya ibu terus mengajak bayinya bicara apa saja. Tentu saja bayi tidak akan menjawab karena ia belum mengerti dan belum bisa berbicara. Juga, sering-seringlah memeluk atau mendekapnya dengan hangat, karena hal itu akan mempercepat proses munculnya memori tentang orang yang menjaganya.

SAMPAI 6 MINGGU PERTAMA

Perkembangan bayi sangat cepat, tapi tetap saja pada usia ini memorinya masih virtual atau belum nyata. Di saat terjaga, ia belum bisa menangkap secara jelas apa-apa saja yang dialaminya. Situasi ini kurang lebih sama dengan seseorang yang mengalami kejadian misterius, dimana dia masih merasa asing dengan keadaan sekelilingnya, atau antara ada dan tiada. Sebagai contoh, walaupun ibu adalah sosok yang sangat akrab baginya, tapi dia tidak akan merasa kehilangan saat ibu meninggalkannya di kamar. Begitu juga kalau misalnya terjadi gangguan, seperti benda jatuh di dekatnya, sampai usia 6 minggu, bayi akan dengan cepat melupakannya.

Untuk meningkatkan memorinya, pancinglah ia untuk berkonsentrasi. Ketika ibu/ayah sedang bersama bayi carilah suasana yang tenang, dimana tidak banyak gangguan suara, sehingga Anda berdua bisa nyaman bercakap-cakap. Jarak idealnya kurang lebih 25 cm, dengan begitu bayi dapat “mengawasi” dan kemudian mengingat wajah orang yang mengajaknya bicara.

SAMPAI 6 BULAN

Selama periode 6-8 minggu mulai banyak perubahan yang terjadi pada memori bayi. Dia sudah dapat menyimpan ingatan akan hal-hal sederhana, seperti misalnya saat merasakan sesuatu yang mengganggu kakinya, dia akan menggerakkannya untuk menghindar. Kejadian itu hanya akan diingatnya sekejap, dan setelah itu lupa lagi. Namun, bayi otomatis akan mengulangi hal yang sama saat kejadian tersebut terjadi kembali.

Setelah tiga bulan, bayi dapat mememori kejadian yang dialaminya dalam waktu 6-8 hari, dan setelah itu akan lupa kembali. Ketika berusia sekitar 6 bulan, bayi sudah mampu mengingat suatu hal selama 15-16 hari, dan setelahnya memori tersebut akan hilang lagi.

Untuk mengoptimalkan kemampuannya mengingat sesuatu, lakukan stimulasi, di antaranya dengan menggantung berbagai dekorasi seperti huruf ABC di sekitar tempat tidur dan dinding kamarnya. Hal tersebut dapat merangsang kemampuannya untuk mengingat sesuatu. Bisa juga dengan sering-sering mengajak anak bermain ciluk ba.

6-8 BULAN

Pada usia ini bayi akan menggunakan isyarat tertentu untuk membantunya mengingat sesuatu. Misalnya, suara gemericik air di kamar mandi akan mengingatkannya akan waktu mandi, atau saat melihat piring makannya, ia akan ingat sekaranglah waktu makannya.

Pada usia ini memori bayi memang sudah bertambah lagi. Ia juga sudah menyadari bahwa hanya ada satu ibunya, dan satu ayahnya. Sebelumnya, walaupun ia sudah bisa mengingat akan sosok ibu atau ayahnya, bayi belum begitu menyadari bahwa sosok yang mondar-mandir di hadapannya adalah satu orang yang sama. Peningkatan secara bertahap pada rentang memorinya adalah salah satu kemajuan yang paling signifikan pada usia ini.

Ketika sedang melakukan sesuatu dan kemudian ada yang mengganggunya, bayi pada usia 6-8 bulan sudah bisa sejenak mengalihkan perhatiannya tanpa melupakan apa yang sedang ia lakukan. Misalnya saat sedang bermain bayi mendengar suara jatuh. Ia akan tampak terganggu sejenak, tapi memorinya tentang aktivitas sebelum suara jatuh itu tidak akan hilang. Setelah kejadian berlalu, dia akan tetap melanjutkan permainannya.

Pada usia ini, bayi juga sudah mulai belajar mengantisipasi sesuatu. Coba perhatikan, saat ibu sedang menyuapi, bayi akan membuka mulutnya sebelum sendok makan benar-benar menyentuh bibirnya. Dia sudah dapat mengingat bahwa ini waktunya makan, dan untuk itu dia harus membuka mulutnya.

Hal menarik lainnya adalah saat bayi menjatuhkan sesuatu, maka ia akan mengikuti arah jatuhnya benda tersebut. Ia juga berusaha untuk mencarinya dengan tatapan matanya. Atau cobalah menyembunyikan salah satu mainannya di balik selimut, maka ia akan berusaha mencari. Lihatlah ekspresi senangnya saat menemukan mainan yang dicari.

Untuk membantu meningkatkan memori bayi usia 6-8 bulan, cobalah untuk memanggil namanya berulang-ulang, tiap ada kesempatan. Jangan lupa, ajak bayi bicara tentang apa yang sedang dilakukannya saat ini. Misalnya, “Kita jalan-jalan di taman ya”, “Itu Papa, halo Papa”, atau “Adek lagi makan ya? Makan apa? Oh, makan bubur? Enak ya?” Percakapan seperti itu dapat membantu bayi mengenal orang dan benda, sekaligus mengingat-ingat apa yang sedang dilakukannya saat itu.

8-12 BULAN

Dari usia 8 sampai 12 bulan, akan terjadi lompatan peningkatan kemampuan memori yang sangat besar pada bayi. Dia mulai bisa beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa merasa kebingungan.

Dia pun mulai bisa membuat rencana mengenai apa yang diinginkannya. Misalnya, saat melihat tumpukan mainannya, ia sudah bisa menentukan satu pilihan, mainan mana yang akan digunakannya. Istimewanya lagi, ia mulai bisa mengingat sesuatu yang hanya didengar, tanpa perlu melihatnya.

Pada usia ini, ia sudah bisa mengulang suatu aktivitas untuk mendapat respon tertentu. Misalnya, menirukan mengangkat tangan dari posisi tidur kalau ada yang mau mengangkatnya. Atau saat diajak bermain di taman, bila ia sudah bisa berjalan, maka ia akan berlari mengikuti kita melalui jalan yang sama persis.

Ia juga sudah mulai bisa membuka lemari untuk mencari dimana biskuit kesukaannya disimpan. Lainnya, ketika mainannya berkurang, ia akan mencari di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti di bawah tempat tidur, di bawah tangga dan sebagainya.

Kalau kebetulan di rumah ada binatang peliharaan seperti kucing atau kelinci yang pernah ia lihat sebelumnya di buku, ia akan memperhatikan tindak-tanduk binatang tersebut. Apakah cara duduknya, cara makannya, dan cara tidurnya sama dengan yang dia lihat di buku.

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan memori anak pada usia ini? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Diantaranya adalah, sering mengajaknya menyanyikan lagu anak-anak bersama, atau setidaknya memperdengarkan lagu-lagu itu dari tape dan televisi.

Mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti mobil-mobilan yang memiliki sirene, atau telepon-teleponan yang bisa mengeluarkan lagu dan menyala saat dimainkan dapat membantunya mengenal sekaligus mengingat bentuk dan warna berbeda.

AMATI PERKEMBANGAN MEMORINYA

Inilah tabel yang dapat mempermudah kita mengetahui bagaimana perkembangan memori bayi:

Hari-hari Pertama

Mengenali bau ASI ibunya dan memberi respon kalau mendengar suara ibunya.

6 Minggu

Memori belum sepenuhnya bekerja. Saat ditinggal ibu, ia belum merasa kehilangan dan kalau ada sesuatu yang mengganggunya ia akan mudah melupakan.

Lebih dari 6 bulan

Bayi mulai mengingat beberapa hal sederhana.

6-8 bulan

Bayi mulai menggunakan isyarat untuk mengingat sesuatu, misalnya suara air di kamar mandi berarti waktu untuk mandi.

8-12 bulan

Mulai mempunyai rencana dan dapat mengingat apa yang diinginkannya. Ia juga bisa mengingat dimana benda-benda kesukaannya diletakkan

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

Memory Bayi Dari Bulan Ke Bulan

19 Jan

Penulis: Taufik Oktavian

Suka cita bertambah jika si bayi sudah bisa mengenali wajah ibu dan ayahnya. Sejak kapan, ya, dia mulai bisa mengingat?

Proses kelahiran bayi adalah sebuah “trauma”, bagaimana dia harus keluar dari rahim ibu melalui jalan lahir, belajar bernapas dengan paru-paru, dan berusaha bertahan hidup di lingkungan yang baru. Alangkah mengerikannya bila semua proses itu kemudian diingatnya sampai dewasa. Oleh karena itulah, ada tahapan dimana bayi tidak dapat mengingat kejadian apapun, sampai kemudian secara bertahap memorinya mulai bekerja.

HARI-HARI PERTAMA

Di hari-hari pertamanya seorang bayi tidak dapat mengingat apapun, walaupun samar-samar sudah mulai merasakan adanya suara dan bau. Sebenarnya bayi sudah dapat mendengar suara ibunya ketika berusia 16 minggu dalam kandungan. Setelah lahir, pengenalannya akan suara itu muncul kembali saat mendengar ibunya berbicara. Pada minggu pertamanya, bayi mulai mengenali bau ASI dari ibunya.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh ibu dan ayah pada bayinya di hari-hari pertama di rumah? Hal yang disarankan adalah sebaiknya ibu terus mengajak bayinya bicara apa saja. Tentu saja bayi tidak akan menjawab karena ia belum mengerti dan belum bisa berbicara. Juga, sering-seringlah memeluk atau mendekapnya dengan hangat, karena hal itu akan mempercepat proses munculnya memori tentang orang yang menjaganya.

SAMPAI 6 MINGGU PERTAMA

Perkembangan bayi sangat cepat, tapi tetap saja pada usia ini memorinya masih virtual atau belum nyata. Di saat terjaga, ia belum bisa menangkap secara jelas apa-apa saja yang dialaminya. Situasi ini kurang lebih sama dengan seseorang yang mengalami kejadian misterius, dimana dia masih merasa asing dengan keadaan sekelilingnya, atau antara ada dan tiada. Sebagai contoh, walaupun ibu adalah sosok yang sangat akrab baginya, tapi dia tidak akan merasa kehilangan saat ibu meninggalkannya di kamar. Begitu juga kalau misalnya terjadi gangguan, seperti benda jatuh di dekatnya, sampai usia 6 minggu, bayi akan dengan cepat melupakannya.

Untuk meningkatkan memorinya, pancinglah ia untuk berkonsentrasi. Ketika ibu/ayah sedang bersama bayi carilah suasana yang tenang, dimana tidak banyak gangguan suara, sehingga Anda berdua bisa nyaman bercakap-cakap. Jarak idealnya kurang lebih 25 cm, dengan begitu bayi dapat “mengawasi” dan kemudian mengingat wajah orang yang mengajaknya bicara.

SAMPAI 6 BULAN

Selama periode 6-8 minggu mulai banyak perubahan yang terjadi pada memori bayi. Dia sudah dapat menyimpan ingatan akan hal-hal sederhana, seperti misalnya saat merasakan sesuatu yang mengganggu kakinya, dia akan menggerakkannya untuk menghindar. Kejadian itu hanya akan diingatnya sekejap, dan setelah itu lupa lagi. Namun, bayi otomatis akan mengulangi hal yang sama saat kejadian tersebut terjadi kembali.

Setelah tiga bulan, bayi dapat mememori kejadian yang dialaminya dalam waktu 6-8 hari, dan setelah itu akan lupa kembali. Ketika berusia sekitar 6 bulan, bayi sudah mampu mengingat suatu hal selama 15-16 hari, dan setelahnya memori tersebut akan hilang lagi.

Untuk mengoptimalkan kemampuannya mengingat sesuatu, lakukan stimulasi, di antaranya dengan menggantung berbagai dekorasi seperti huruf ABC di sekitar tempat tidur dan dinding kamarnya. Hal tersebut dapat merangsang kemampuannya untuk mengingat sesuatu. Bisa juga dengan sering-sering mengajak anak bermain ciluk ba.

6-8 BULAN

Pada usia ini bayi akan menggunakan isyarat tertentu untuk membantunya mengingat sesuatu. Misalnya, suara gemericik air di kamar mandi akan mengingatkannya akan waktu mandi, atau saat melihat piring makannya, ia akan ingat sekaranglah waktu makannya.

Pada usia ini memori bayi memang sudah bertambah lagi. Ia juga sudah menyadari bahwa hanya ada satu ibunya, dan satu ayahnya. Sebelumnya, walaupun ia sudah bisa mengingat akan sosok ibu atau ayahnya, bayi belum begitu menyadari bahwa sosok yang mondar-mandir di hadapannya adalah satu orang yang sama. Peningkatan secara bertahap pada rentang memorinya adalah salah satu kemajuan yang paling signifikan pada usia ini.

Ketika sedang melakukan sesuatu dan kemudian ada yang mengganggunya, bayi pada usia 6-8 bulan sudah bisa sejenak mengalihkan perhatiannya tanpa melupakan apa yang sedang ia lakukan. Misalnya saat sedang bermain bayi mendengar suara jatuh. Ia akan tampak terganggu sejenak, tapi memorinya tentang aktivitas sebelum suara jatuh itu tidak akan hilang. Setelah kejadian berlalu, dia akan tetap melanjutkan permainannya.

Pada usia ini, bayi juga sudah mulai belajar mengantisipasi sesuatu. Coba perhatikan, saat ibu sedang menyuapi, bayi akan membuka mulutnya sebelum sendok makan benar-benar menyentuh bibirnya. Dia sudah dapat mengingat bahwa ini waktunya makan, dan untuk itu dia harus membuka mulutnya.

Hal menarik lainnya adalah saat bayi menjatuhkan sesuatu, maka ia akan mengikuti arah jatuhnya benda tersebut. Ia juga berusaha untuk mencarinya dengan tatapan matanya. Atau cobalah menyembunyikan salah satu mainannya di balik selimut, maka ia akan berusaha mencari. Lihatlah ekspresi senangnya saat menemukan mainan yang dicari.

Untuk membantu meningkatkan memori bayi usia 6-8 bulan, cobalah untuk memanggil namanya berulang-ulang, tiap ada kesempatan. Jangan lupa, ajak bayi bicara tentang apa yang sedang dilakukannya saat ini. Misalnya, “Kita jalan-jalan di taman ya”, “Itu Papa, halo Papa”, atau “Adek lagi makan ya? Makan apa? Oh, makan bubur? Enak ya?” Percakapan seperti itu dapat membantu bayi mengenal orang dan benda, sekaligus mengingat-ingat apa yang sedang dilakukannya saat itu.

8-12 BULAN

Dari usia 8 sampai 12 bulan, akan terjadi lompatan peningkatan kemampuan memori yang sangat besar pada bayi. Dia mulai bisa beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa merasa kebingungan.

Dia pun mulai bisa membuat rencana mengenai apa yang diinginkannya. Misalnya, saat melihat tumpukan mainannya, ia sudah bisa menentukan satu pilihan, mainan mana yang akan digunakannya. Istimewanya lagi, ia mulai bisa mengingat sesuatu yang hanya didengar, tanpa perlu melihatnya.

Pada usia ini, ia sudah bisa mengulang suatu aktivitas untuk mendapat respon tertentu. Misalnya, menirukan mengangkat tangan dari posisi tidur kalau ada yang mau mengangkatnya. Atau saat diajak bermain di taman, bila ia sudah bisa berjalan, maka ia akan berlari mengikuti kita melalui jalan yang sama persis.

Ia juga sudah mulai bisa membuka lemari untuk mencari dimana biskuit kesukaannya disimpan. Lainnya, ketika mainannya berkurang, ia akan mencari di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti di bawah tempat tidur, di bawah tangga dan sebagainya.

Kalau kebetulan di rumah ada binatang peliharaan seperti kucing atau kelinci yang pernah ia lihat sebelumnya di buku, ia akan memperhatikan tindak-tanduk binatang tersebut. Apakah cara duduknya, cara makannya, dan cara tidurnya sama dengan yang dia lihat di buku.

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan memori anak pada usia ini? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Diantaranya adalah, sering mengajaknya menyanyikan lagu anak-anak bersama, atau setidaknya memperdengarkan lagu-lagu itu dari tape dan televisi.

Mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti mobil-mobilan yang memiliki sirene, atau telepon-teleponan yang bisa mengeluarkan lagu dan menyala saat dimainkan dapat membantunya mengenal sekaligus mengingat bentuk dan warna berbeda.

AMATI PERKEMBANGAN MEMORINYA

Inilah tabel yang dapat mempermudah kita mengetahui bagaimana perkembangan memori bayi:

Hari-hari Pertama

Mengenali bau ASI ibunya dan memberi respon kalau mendengar suara ibunya.

6 Minggu

Memori belum sepenuhnya bekerja. Saat ditinggal ibu, ia belum merasa kehilangan dan kalau ada sesuatu yang mengganggunya ia akan mudah melupakan.

Lebih dari 6 bulan

Bayi mulai mengingat beberapa hal sederhana.

6-8 bulan

Bayi mulai menggunakan isyarat untuk mengingat sesuatu, misalnya suara air di kamar mandi berarti waktu untuk mandi.

8-12 bulan

Mulai mempunyai rencana dan dapat mengingat apa yang diinginkannya. Ia juga bisa mengingat dimana benda-benda kesukaannya diletakkan

Aside

A MOMMY ? Are you Sure ??

15 Jan

By Merry Tejalaksana

Being a mother is probably one of the most difficult decisions women ever make in lives, next to decisions to work, choose a life partner, get married, etc. A woman must be ready physically and mentally to be one.

I had to go through the same situation before. My husband and I got married at the end of the year. I still had my last injection for HPV vaccination due the following month, so by doctor’s advice we ought to delay the plan to concieve a child. It didn’t matter much to me as I still wanted to enjoy the togetherness with my husband. However, my husband wanted to have a child as soon as possible, due to the age factor (he didn’t want to miss playing around and giving a piggy/rocket ride to his children because of physical aging) and I can understand that.

Fortunately, the doctor who gave the injection is a friend of us and she decided to give the final shot 2 weeks earlier than the due time (which is still ok). Because there hasn’t been any research about the effect of the vaccination and pregnancy, I wanted to be prudent and wait for a-month-time to try concieving the baby. Nevertheless, my husband wanted to try after 2 weeks (by the doctor advise).

Therefore, I was also feeling not ready to be a mother, too much in stake, I thought. However, I gave in to my husband’s will and anxiously waited for the following month’s result…

I had my period the following month. I was both relieved and a little disappointed. Then, on March I didn’t have my period. I thought it was normal as I usually have it on different date every month. My husband then insisted to buy the testing pack and I tested it. 2 stripes!!! Wow!! My husband leaped in joy. He even danced like a little boy getting a candy bar ^^. We also went to a doctor to make sure. My pregnancy was already 6-weeks-old. I had a mixed feeling that time. I was happy but at the same time worried about being a mother.

After knowing that I was pregnant, my husband became so over-protective (in a good way, though). However, I felt rather annoyed and kind of blamed my pregnancy for not being able to eat ‘sambal’ and durian juice T.T well… I guess I was being selfish that time. Then, God gave me quite a lesson as a reminder to be thankful.

I taught junior high students and our classroom happened to be upstairs. So, I went up and down so often everyday. One afternoon, I remember it was on March 18th, 2010 (on my husband’s birthday), during the lunch break I went to pee and there was a drop of red blood. I was so shocked and shivering I went to the administration office to call my husband, who taught at the other building. He was surprised and panicked as well. The school doctor advised me to lie down resting. I remember I was so scared of losing my baby. I felt guilty too for being ‘annoyed’ and blaming earlier. I cried and some fellow teachers and students consoled me and prayed for me. We went to a doctor and I was suggested to have bedrest for couple days. What an unforgettable birthday for my husband!

Thank God after a week of bedresting I got better and the bleeding stopped. It was like a reminder from God that a child is His precious gift and being a mother is such a great previlege. That particular event did hit me right in the gut and I started to accept the fact that I was going to be a mother. I didn’t regret any moment of it and the exciting journey was just begun…^^

Months of surprises
It’s so much fun to see your tummy getting bigger every month! The worry of looking ‘big,”fat’ or ‘ugly’ is a piece of cake as God gives sweet surprises on these months of waiting.

My students’ parents gave me a devotion book for pregnant woman. It is such a good book! It tells us the fetus development and from there we were inspired to pray for our baby. On the month when his internal organs were knitted by God, we prayed for healthy ones. On the month when his ears were formed, we prayed that God blesses them and they would hear the needing cries. When his eyes were formed, we prayed that he would see through Your eyes of compassion, and so on. We had such a great fun imagining how our baby would be. We always waited the moment to check on the doctor as we would get a new usg-photo of our baby.

The first kick was memorable! A great feeling I had when I felt our baby. The times when our baby had hiccups were also joyous! The moments when our baby responded to our voice were certainly unforgettable, too.

The surprise was also about knowing that our baby was in ‘head’s-up’ position (the normal one should be up-side down). This caused me to pee quite often at night as our baby’s feet gave a kick on my bladder. One day at dawn, I woke up soaked wet. I quickly rushed to the bathroom and changed. Then, a weary thought struck me. Was it because I wetted my pants or the amniotic water leaked? I was so scared that I woke up my husband. We both stared and smelled the bed to investigate further (yes, we did!!^^). We couldn’t sleep. I was worried lying on our bed while my husband searched on the net for more information. After an hour or so, we concluded that it was pee because I didn’t wake up that night to go to the loo. Furthermore, amniotic water is like the rice-rinsing water (air tajin) and stiffens the cloth when it’s dry. We laughed ourselves out after that case. It gave us a chance to laugh in weary and trust God in everything. This also gave me a chance to exercise and do some activities to help our baby move around. I kneeled and bowed down for at least 10 minutes almost every night, and also wiped the floor in the old time way (kneeling down and wiping the floor). It was quite an exercise, but my beloved husband supported and cheered me up. We also prayed for God’s intercede and spoke to our baby to move around. Praise the Lord! Our baby moved around and was up-side down.

Another surprise came when we found out that our baby’s neck was wrapped around by the umbilical cord. We were worried but trusted that God could do a miracle. We searched for lots of information from the net. It was a normal case and wasn’t dangerous as long as the wrapping wasn’t tight (indicated by normal growth of the baby and usg photo). So, there we were, praying earnestly for God’s deliverance…(To be continued)

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Aside

Fearful and Wonderfully Made (RBC Devotion)

15 Jan

I will praise You, for I am fearfully and wonderfully made. —Psalm 139:14

A young woman was pregnant but unmarried. And even though she lived in a society that didn’t place a high value on unborn life, she wisely chose to allow her baby to live.

The child, whom she generously made available for adoption, became part of a loving Christian family who nurtured their precious daughter, loved her, and showed her the way to Christ.

Before that girl reached adulthood, however, she died. Her death left a massive void in her family’s life, but it also left behind memories of childhood joy and youthful enthusiasm. Sure, her death created a gaping hole in the hearts of all who loved her, but imagine what they would have missed had they never held her in their arms, shared Jesus with her, laughed with her, taught her, and cherished her.

Every life—every child—is a wonderfully made sample of God’s handiwork (Ps. 139). Every human is an image-bearing likeness of God (Gen. 1:27) and a descendant of our first God-breathed parent, Adam.

Death robs us of a certain completion we desire in a life, but it also reminds us of the value of each life God creates (Col. 1:16). Cherish the gift of life and savor the joy of God’s handiwork. —Dave Branon

Every life has been created—

God’s handiwork displayed;

When we cherish His creation,

We value what He’s made. —Sper

All life is created by God and bears His autograph

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

BEN SEDANG BERDAMAI DENGAN ROSEOLA INFANTUM

7 Sep

Beberapa hari yang lalu kami heran. Pagi udah pukul 7, tapi Ben masih terlelap dalam tidur. Padahal biasanya jam 5 pagi suara Ben sudah menggema di mana-mana, tertawa dan ngoceh dipagi hari. Tapi hari itu agak lain.

Ben juga tidak beraksi terhadap Morning Kiss papa mama di pagi hari. Heran. Padahal biasanya Ben langsung terbangun ketika dicium. Ada apa ya?

Ternyata Ben hari itu demam. Belum pernah terjadi dalam 9,5 bulan hidupnya.Kami mencoba tenang, meskipun kuatir karena suhu tubuh Ben meningkat terus; 37, 37.5, 38.2, 39. Kami memberi parasetamol bayi, dan demam pasti langsung turun. Namun beberapa jam kemudian, demam muncul lagi. Ben terlihat lemas, lebih banyak diam. Karena waktu itu hari libur Idul Fitri, dokter-dokter yang kami hubungi semua tidak available. Kami melakukan apa yang bisa kami lakukan:

(1) Untuk mengurangi kegelisahan Ben, kami lebih banyak memeluknya, menggendongnya, menciumnya. Mama banyak menyanyikan lagu yang menenangkan tentang Tuhan. Ben sering sekali tertidur lelap di pelukan kami. Rasa hangat kasih memberi kekuatan ajaib ditengah sakit dan kegelisahannya.

(2) Lebih banyak minum air melegakan tenggorokan dan tubuh dari dehidrasi karena demam. Lebih banyak minum ASI membuat anak merasa lebih aman di tengah sakit dan kegelisahan. Aneh, Ben tidak menjadi rewel ketika sakit. Dia tidak banyak rewel. Lemas, tapi masih suka tertawa seperti biasanya.

(3) Kompres dengan air hangat sangat menenangkan Ben. Selain suhu tubuh jadi terkendali, Ben merasa lebih segar. Untungnya kita tahu, kompres harus dengan air hangat. Kompres dengan air dingin atau alkohol malah berbahaya, karena membuat pembuluh darah mengecil- suhu tubuh malah meningkat.

(4) Setelah hari ke 3 kami ke dokter dan diberi obat. Demam langsung hilang, dan kemudian timbul bercak-bercak merah ditubuh Ben. Dari berbagai sumber kami akhirnya tahu bahwa penyakit ini namanya Roseola. Penjabaran penyakit Roseola sbb:

(Bahan ttg Roseola diambil dari Milis Nikita – 3 Sept 2007)
1.Pengertian
Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg menjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2 merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya
menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada
kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara sebagian lainnya
menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini. Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit berat. Jarang sekali terjadi

komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan obat-obatan.

2. Tanda-tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus – jika memang tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).

Berikut gejala2 roseola:
– Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103 derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga
mengalami tenggorokan kering dan hidung meler (pada saat atau sebelum mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkin dialami bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 – 7 hari.
– Bercak merah di tubuh (Rash). Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised). Bercak tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan lengan. Bercak2 ini
tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan hilang dalam waktu beberapa
jam hingga beberapa hari.

Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu makan
menurun, Kelopak mata bengkak

3. Penyebab
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6 (HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan herpes genital. Seperti
penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah.
Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg
sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki
penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakir roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.

4. Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 – 12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu, sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.

5. Kapan perlu mengunjungi dokter
Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih.
Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola.Anak anda
dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika diamengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari
kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh tidakmenghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak
mengalaminya.

Penutup:
Sakit seringkali dianggap menjadi intervensi negatif dalam hidup. Namun bukankah sakit seringkali adalah sarana untuk ekspresi kasih yang paling murni dalam hubungan antar manusia? Anak yang sakit membuat orang tua rela melakukan apa saja untuk kesembuhannya.

Sakit seringkali menjadi tanah yang subur kasih tumbuh. Penyerahan kepada Tuhan menjadi lebih dalam, dan hidup menjadi lebih bergantung pada anugerah Tuhan. Indahnya kalau anak-anak menyadari bahwa sakit adalah cara Tuhan menyapa mereka, bahwa Tuhan mengasihi anak-anak.

Bagi orang tua yang sedang berjuang untuk anak-anak yang sakit, paling parah sekalipun, terus kuat dan percaya bahwa didepan masih ada harapan.

Terharu melihat anak-anak tetap bahagia dan ceria, meskipun dalam sakit

Rudy dan Merry

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.