FERRY, kamu beruntung punya mama yang hebat

8 Feb

Senin, 7 Feb 2011

Hari ini tidak seperti biasanya. Sejak kemarin hati saya gelisah sekali. Teman baik saya, kakak dan sahabat saya baru didiagnosa menderita kanker payudara. Hari ini, karena HB belum cukup, plus adanya penyakit Telasemia yang diderita sahabat saya ini, operasi harus ditunda sampai hari selasa (8  Febr 2011). Malam sebelum operasi, saya, istri dan anak kami menjenguk teman kami ini. Namun karena kami membawa bayi, kami hanya diijinkan masuk ke ruangan bergantian (karena pada waktu itu sedang ada kemoterapi dan ada efek yang tidak baik bagi bayi bila di dekat proses kemoterapi). Akhirnya istri saya masuk dan bertemu dengan sahabat kami itu, sedang saya turun ke lantai satu untuk menunggu di lobi.

Di lobi, saya bisa merasakan suasana yang cenderung buram dan suram. Karena saya berdiri dekat Resepsionis, saya bisa mendengar berbagai macam percakapan antara calon pasien – perawat, pasien-perawat, dan pasien yang mau pulang- perawat. Ada banyak macam ekspresi yang coba saya tangkap dari kisah-kisah mereka, meskipun saya hanya jadi orang ketiga di sana. Sambill menggendong bayi kami, kami berkenalan dengan seorang ibu (nenek tepatnya). Sambil menggendong cucunya, kami terlibat percakapan yang mendalam, karena ibu ini adalah mama dari survivor penderita kanker. Anaknya sedang dalam control dokter setelah menjalani kemoterapi dan pengobatan. Ibu itu sedang menggendong seorang anak kecil, Ferry namanya. Usianya baru hampir 2 tahun. Ibu itu bermacam cerita bahwa Ferry ini adalah anak ajaib, karena ketika Ferry masih berusia 6 bulan dalam kandungan mama, mamanya didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan agar bayi dalam kandungan ini digugurkan karena akan sangat berbahaya bila tetap dipertahankan karena mama tidak dapat menjalani pengobatan yang semestinya. Mama Ferry bertahan, dari diagnose stadium 2 sampai pada hari kelahiran Ferry, Mama didiagnosa menderita kanker stadium 4, dan sudah mulai menyebar ke berbagai tempat. Mama Ferry bertahan untuk tidak mendapat pengobatan demi Ferry, agar bayi dalam kandungan tetap selamat. Ibu ini, sambil berurai air mata, berkata, mama Ferry pernah berkata,”bu, kalau saya tidak bisa bertahan dan anak ini bisa lahir selamat, tolong jagain dia ya bu”. Saya yang mendengar kisah ini benar-benar terharu. Betapa bahagianya Ferry memiliki mama yang penuh cinta dan pengorbanan seperti mamanya.

Hari itu, mama Ferry sedang dalam diagnose dokter, karena dilehernya ada  sesuatu yang perlu diselidiki. Apakah itu kanker baru ? bagi mama Ferry, kanker tidak menghalangi cintanya pada sang anak. Kanker hanya merupakan sebuah ujian cinta, yang berhasil dilewati dengan gemilang. Cinta pada sang anak membuat sang ibu rela mengorbankan dirinya, bahkan nyawanya untuk keselamatan Ferry. Ferry…. Engkau sungguh berbahagia memiliki mama, sang Pahlawan hidupmu.

Mama Ferry… selamat berjuang… Tuhan sedang mendengar doa-doa dan airmatamu. Doa kami menyertaimu selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: