CINTA DARI JALANAN

21 Mar

Surabaya (21/03/11)

SELA adalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di jalanan. Sebagai anak paling sulung, dengan 3 orang adik yang masih kecil, Sela sudah harus berpeluh lelah, mengamen, dari bis ke bis, dari mikrolet ke mikrolet. Siang hari, wajah manis Sela sudah tampak kuyu dan letih. Ada guratan kepedihan, ditengah senyumnya yang setengah dipaksakan.

Sela senang sekali memeluk saya, setiap kali sayang mengunjunginya di Terminal Joyoboyo. Baju orange pemberian Merry, istri saya, waktu lebaran lalu hampir setiap hari dikenakannya. Dengan baju yang basah oleh keringat, Sela cepat-cepat menuju ke Toilet umum. Dengan berbekal Rp. 1,000, Sela mandi, mencoba menata rambutnya dengan sebaik-baiknya, dan tidak lupa membubuhi wajahnya dengan bedak pemberian seorang dermawan lain yang mengunjungi kami beberapa bulan yang lalu. Sela sudah wangi, meskipun baju yang digunakannya tetap baju orange itu.

Setahun yang lalu, Sela adalah anak yang jarang mandi. Kusut, kusam, dan pakaiannya benar-benar kumal. Perkenalan yang tidak sengaja dengan anak ini menjadi jembatan bagi kami untuk melayaninya. Kami belajar mandi. Kami belajar gosok gigi, kami belajar menghargai tubuh pemberian Tuhan, meskipun dengan cara yang sangat sederhana. Sela yang sekarang, tampak cantik dan semakin manis.

Sela sering berkata, “Kak Rudy, Sela pengen sekolah kak”. Berkali-kali membujuk mamanya agar mengijinkannya sekolah (karena ada dermawan yang ingin memberi Sela beasiswa), namun belum berhasil. Sela kecil “wajib” membantu mamanya. Sejak pagi jam 6, Sela harus berangkat ke Terminal Bungur Asih. Mengamen sampe siang, dan kemudian melanjutkan dengan “paksaan” (karena terus didesak oleh mamanya) untuk meminta-minta di jalanan (di lampu merah dekat terminal Joyoboyo Surabaya). Siang jam 2, Sela bergabung di Shelter untuk bermain dan belajar bahasa Inggris bersama saya dan Merry. Setiap hari, dari jalan ke jalan – berhenti hanya untuk menghela nafas, atau sekedar menyeruput es sirup seharga Rp. 500.

Sela lebih banyak kelaparan, Karena dia tidak boleh menggunakan uang hasil ngamen dan ngemis, sebelum dihitung oleh mamanya. Mamanya berprofesi sama. Beberapa hari lalu, Mamanya di ciduk oleh Satpol PP ketika turun dari bis, setelah mengemis di dalam bis. Sekarang Sela tambah bingung karena mama sudah beberapa malam harus “menginap” dipanti sosial milik satpol pp. Untuk pembinaan, katanya.

Kemarin, saya duduk di dekat Sela, sambil memperhatikannya bermain di Shelter kecil kami. Dia asyik bermain masak-masakan sambil mulutnya komat-kamit seperti seorang yang sedang berbicara. Rupanya 2 boneka bayi di depannya adalah teman berbicaranya hari itu. Sela menjadi mama bagi kedua boneka tersebut. Dia memasak, menyediakan makanan, “masak sate” katanya. Lalu menyuapi kedua boneka bayi tersebut. Ada rasa haru di hati saya melihat Sela yang “tidak terlalu beruntung” ini.  Saya hanya bertanya kepada Tuhan, “apa rencana Tuhan untuk hidup anak berharga ini ?”

Tiba-tiba lamunan saya terinterupsi oleh suara Sela, “mau makan apa kak ?” katanya, sambil tetap sibuk dengan penggorengan mainannya. Saya peluk Sela, menatapnya dalam-dalam, dan berkata, “Sela, kak Rudy dan kak Merry sayang sekali pada Sela. Kamu adalah hadiah istimewa dari Tuhan untuk semua orang”. Semenit kemudian, ada beberap butir air di mata Sela. Jarang Sela mendapat perkataan seperti ini. Lebih banyak kata, “bodoh, tolol, goblok, sinting, dan deretan kata lainnya yang sering didengar olehnya”. Sedetik kemudian, Sela merogok kantongnya, dan memberi sebungkus permen relaxa, menyodorkannya kepada saya, dan berkata, “Sela sayang kak Rudy”, menyeka air matanya, dan kemudian lari ke jalan lagi – karena ada bis yang lewat dan Sela harus “dinas” lagi mencari sesuap nasi untuk hidup keluarganya.

Saya terhenyak, memegang sebuah permen “kasih sayang” tersebut. Seorang anak kecil, dengan keterbatasan bahasa, pendidikan, namun memaknai kasih dengan begitu dalam, dengan memberi. Seorang sahabat jalanan, yang berkutat dalam kerasnya hidup di jalanan kota besar, mengajar saya sebuah cinta – cinta dalam pemberian…. cinta yang memberi diri…. cinta yang memberi yang terbaik. Cinta dari Jalanan Surabaya.

Cinta haruslah sederhana, namun menembus batin

Cinta haruslah tajam, tanpa banyak kata, kecuali aksi sederhana

Cinta dari jalanan yang keras… cinta Sela

Bukankah kasih seperti itu ? kasih itu sendiri adalah pemberian. Karena itu, kasih ditunjukkan lewat sebuah pemberian.

Saya tiba-tiba ingat sebuah puisi, yang ditulis oleh Istri saya, di kartu ulang tahun saya beberapa hari yang lalu…

We Want you to remember, You are just like Jesus …

For Benaiah and Me…

When I am sad, you are a shoulder to cry on

When I am anxious, you are a calming embrace

When I am in doubt, you are a firm anchor

When I am joyful, you are a great celebration

Thank you honey, for your loving and caring heart.

I love you just the way you are…

And you are just like Jesus to me…

CINTA ITU MEMBERI……

Saya hanya menghela nafas panjang… bersyukur untuk sebuah cita-cita indah keluarga kami “JUST LIKE JESUS”. Meskipun saya tahu, masih terlalu jauh perjalanan menjad seperti Yesus… Tapi bukankah mengasihi dan memberi hidup kita kepada orang lain, dalam cinta dan pengorbanan, membuat kita menjadi mirip seperti Tuhan Yesus ?

Sela adalah seorang anak berharga… yang sedang belajar mengenal Cinta dari Kalvari. Satu saat, dalam doa dan perjuangan kami, Sela akan membuka hatinya, bagi kasih Kalvari…. sang JURUSELAMAT…

Mari kita mengasihi seseorang hari ini….

THE MAGIC OF LOVE:

kasih tidak pernah cukup ketika kita menyimpannya untuk diri sendiri, tapi anehnya, kasih tidak pernah habis, bahkan berlimpah-limpah ketika dibagikan…

Betapa bahagianya membagi kasih kepada anak-anak

betapa bahagianya menjadi anak-anak.

LEARNING TO BE JUST LIKE JESUS

Rudy – MERRY – BENAIAH

Surabaya – 21/03/11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: