SENYUM ANAK DALAM SAKIT

11 Aug

Beberapa bulan terakhir, saya banyak menghabiskan waktu di sekitar rumah sakit. Kami sekeluarga sedang merawat papa yang sakit kanker dalam stadium lanjut. Itu yang membuat papa harus bolak-balik ada di rumah sakit, kenyataan yang membuat hati saya benar-benar sedih.
Setiap kali menginjakkan kaki di rumah sakit, ingatan saya langsung dibawa pada pengalaman mendampingi anak-anak dalam masa-masa sakit pada stadium akhir. Beberapa anak saya dampingi sampai hembusan nafas terakhirnya. Bagi saya, momen-momen itu tidak akan pernah saya lupakan.momen antara berbagai pertanyaan saya kepada Tuhan, kepedihan yang sulit diungkapkan, dan sebuah harapan di balik kematian. Semua bercampur baur dalam satu asa di hati saya.

Anak-anak yang dalam keadaan sakit terminal umumnya menyadari keadaan mereka, sekecil apapun usianya. Seorang anak usia 4 tahun, beberapa hari sebelum hari wafatnya, berkata kepada saya,”Kak, nanti Maria akan ke Surga ya? Ga apa-apa kok kak. Nanti beritau mama papa jangan sedih ya. Kak Rudy juga jangan sedih ya?”. Sedih, pedih, bingung, tapi penuh harapan dalam kekekalan.

Sampai hari ini, saya hanya bisa tertegun menyaksikan anak-anak yang terbaring sakit parah. Mulut saya kelu di hadapan mereka. Semua teknik konseling serasa beku, hanya berharap Tuhan beri keajaiban dalam hati yang bertanya ini. Anehnya, jawaban seringkali dititipkan Tuhan dimulut anak-anak kecil ini. Tuhan tahu yang terbaik.

Hari ini saya mengantar seorang anak lagi. Namanya Jesica. Dg kondisi jantung dg klep yang bocor, kaki layu, mata katarak, autis, namun dengan senyum termanis selalu ada dibibirnya. Mengantarnya ke dokter, membelai kepalanya, melihatnya di”intervensi” dokter dalam pemeriksaan, diiringi kerinduan orang tua Jesica untuk kesembuhan Jesica, membuat harapan itu tumbuh. Kadang ada kecemasan dalam hati”apakah operasi akan berjalan lancar? Apakah Jesica akan baik2 saja setelah operasi jantung nanti?” Bergelayut dihati ini… Selalu ada pertanyaan di hati ini,” apa yang Tuhan sedang ingin kerjakan dalam hidup anak-anak kecil yang sakit spt Jesica? Spt Nabila(usia 1 tahun) yang kelainan mata dan jantung, u/ Joel (usia 3 tahun) yang mengidap tumor otak, untuk Desya (usia 6 tahun) yang mengidap kelainan tulang belakang sehingga terancam lumpuh?

Pertanyaan ini mungkin tidak akan menemukan jawaban, kecuali tangan ini mulai merenda sebuah titik pengharapan kecil, usaha untuk membantu, atau setidaknya meringankan penderitaan anak-anak kecil ini, sambil percaya TUHAN TAHU YANG TERBAIK….

Dalam kasih Tuhan pada anak-anak dalam Krisis,

Rudy Tejalaksana
HIS Shelter Community – Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: