BEN SEDANG BERDAMAI DENGAN ROSEOLA INFANTUM

7 Sep

Beberapa hari yang lalu kami heran. Pagi udah pukul 7, tapi Ben masih terlelap dalam tidur. Padahal biasanya jam 5 pagi suara Ben sudah menggema di mana-mana, tertawa dan ngoceh dipagi hari. Tapi hari itu agak lain.

Ben juga tidak beraksi terhadap Morning Kiss papa mama di pagi hari. Heran. Padahal biasanya Ben langsung terbangun ketika dicium. Ada apa ya?

Ternyata Ben hari itu demam. Belum pernah terjadi dalam 9,5 bulan hidupnya.Kami mencoba tenang, meskipun kuatir karena suhu tubuh Ben meningkat terus; 37, 37.5, 38.2, 39. Kami memberi parasetamol bayi, dan demam pasti langsung turun. Namun beberapa jam kemudian, demam muncul lagi. Ben terlihat lemas, lebih banyak diam. Karena waktu itu hari libur Idul Fitri, dokter-dokter yang kami hubungi semua tidak available. Kami melakukan apa yang bisa kami lakukan:

(1) Untuk mengurangi kegelisahan Ben, kami lebih banyak memeluknya, menggendongnya, menciumnya. Mama banyak menyanyikan lagu yang menenangkan tentang Tuhan. Ben sering sekali tertidur lelap di pelukan kami. Rasa hangat kasih memberi kekuatan ajaib ditengah sakit dan kegelisahannya.

(2) Lebih banyak minum air melegakan tenggorokan dan tubuh dari dehidrasi karena demam. Lebih banyak minum ASI membuat anak merasa lebih aman di tengah sakit dan kegelisahan. Aneh, Ben tidak menjadi rewel ketika sakit. Dia tidak banyak rewel. Lemas, tapi masih suka tertawa seperti biasanya.

(3) Kompres dengan air hangat sangat menenangkan Ben. Selain suhu tubuh jadi terkendali, Ben merasa lebih segar. Untungnya kita tahu, kompres harus dengan air hangat. Kompres dengan air dingin atau alkohol malah berbahaya, karena membuat pembuluh darah mengecil- suhu tubuh malah meningkat.

(4) Setelah hari ke 3 kami ke dokter dan diberi obat. Demam langsung hilang, dan kemudian timbul bercak-bercak merah ditubuh Ben. Dari berbagai sumber kami akhirnya tahu bahwa penyakit ini namanya Roseola. Penjabaran penyakit Roseola sbb:

(Bahan ttg Roseola diambil dari Milis Nikita – 3 Sept 2007)
1.Pengertian
Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg menjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2 merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya
menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada
kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara sebagian lainnya
menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini. Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit berat. Jarang sekali terjadi

komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan obat-obatan.

2. Tanda-tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus – jika memang tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).

Berikut gejala2 roseola:
– Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103 derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga
mengalami tenggorokan kering dan hidung meler (pada saat atau sebelum mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkin dialami bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 – 7 hari.
– Bercak merah di tubuh (Rash). Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised). Bercak tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan lengan. Bercak2 ini
tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan hilang dalam waktu beberapa
jam hingga beberapa hari.

Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu makan
menurun, Kelopak mata bengkak

3. Penyebab
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6 (HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan herpes genital. Seperti
penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah.
Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg
sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki
penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakir roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.

4. Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 – 12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu, sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.

5. Kapan perlu mengunjungi dokter
Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih.
Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola.Anak anda
dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika diamengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari
kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh tidakmenghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak
mengalaminya.

Penutup:
Sakit seringkali dianggap menjadi intervensi negatif dalam hidup. Namun bukankah sakit seringkali adalah sarana untuk ekspresi kasih yang paling murni dalam hubungan antar manusia? Anak yang sakit membuat orang tua rela melakukan apa saja untuk kesembuhannya.

Sakit seringkali menjadi tanah yang subur kasih tumbuh. Penyerahan kepada Tuhan menjadi lebih dalam, dan hidup menjadi lebih bergantung pada anugerah Tuhan. Indahnya kalau anak-anak menyadari bahwa sakit adalah cara Tuhan menyapa mereka, bahwa Tuhan mengasihi anak-anak.

Bagi orang tua yang sedang berjuang untuk anak-anak yang sakit, paling parah sekalipun, terus kuat dan percaya bahwa didepan masih ada harapan.

Terharu melihat anak-anak tetap bahagia dan ceria, meskipun dalam sakit

Rudy dan Merry

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: