Aside

FATHER

16 Jun

By Rudy Tejalaksana

Betapa berharganya semua rancangan Tuhan bagi manusia. Salah satu kehebatan Tuhan adalah menciptakan laki-laki dan perempuan, yang totally sangat berbeda.

Laki-laki dipersiapkan dengan semua kelengkapanNya untuk berdiri di depan, barisan pertama menghadap Tuhan. Imam atas hidupnya dan hidup keluarganya. Menjadi imam memerlukan lebih dari sekedar kesadaran bahwa laki-laki adalah mediator kasih Kristus bagi keluarga. Menjadi Imam bagi keluarga adalah sebuah panggilan kudus yang memerlukan tangan yang di”kosong”kan, menyerahkan diri pada Tuhan dan keluarga. Menjadi imam berarti memilih mengorbankan diri, menyerahkan yang terbaik pada Tuhan dan keluarga. Imam adalah orang pertama yang terbakar, ketika api melanda keluarga. Imam adalah orang terakhir yang keluar dari kapal yang dilanda gelombang, untuk memastikan semua penumpang lain selamat terlebih dahulu. Imam menyerahkan dirinya pada orang-orang yang dikasihinya.

Bukankah menjadi ayah bagi anak-anak kita adalah panggilan untuk menjadi imam bagi mereka ?

Di dunia yang begitu materialistik, egoistik, konsumeristik, para ayah dipanggil sekali lagi untuk melakukan karya imam bagi keluarga. Ah … Betapa sulitnya. Di tengah kerumunan para ayah yang sedang membanggakan kariernya, jabatannya, pangkatnya, uangnya, tubuhnya, kuasanya, benda dalam genggamannya, bagaimana para ayah-imam ini ?

Ketika semua ayah membanggakan betapa sibuknya mereka dalam kesuksesan, ayah-imam sedang mensyukuri waktu bermain bersama anak-anaknya

Ketika para ayah menghitung satu persatu kekayaan dan keberhasilan kariernya, ayah-imam sedang menghitung betapa indahnya pertumbuhan anak-anaknya.

Ketika para ayah sedang menikmati fasilitas mewahnya; rumahnya, mobilnya, villanya, kantor barunya, cabang bisnisnya, bisnis barunya, kolam renang jacussy privatnya, perjalanan tour keliling dunianya, rapatnya, ayah-imam sedang menikmati pelukan anak istrinya, menikmati menyapu-mengepel rumah demi istri dan anaknya. Menikmati gurauan dibawah atap rumah kontrakan yang sederhana, ditemani teh hangat dan jagung rebus buatan istri.

Ketika ayah-ayah sedang menikmati dan menuntut penghormatan dari para bawahannya, ayah-imam mendapat penghormatan tulus dari istri dan anak-anaknya.

Ayah-imam bekerja sekuat tenaga sampai jauh malam ketika semua sudah lelap. Ayah-imam mengorbankan mimpi dan ambisinya demi keluarga. Ayah-imam memimpikan hal-hal besar bagi keluarganya. Namun yang paling istimewa adalah setiap hari ayah-imam berdiri dihadapan Tuhan dengan syukur, mempersembahkan hidupnya bagi kemuliaan Tuhan. Ketika ayah-imam bertelut di hadapan Tuhan, istri dan anaknya akan ikut bertelut. Ketika ayah-imam menyerahkan hidupnya pada Tuhan, istri anaknya dengan rela hati melakukan hal yang sama. Mengapa ? Karena mereka tahu, ayah-imam mendedikasikan seluruhnya pada Tuhan dan dirinya. Suatu hari, semua orang dalam keluarga akan mengatakan, ” karen begitu besar kasihmu kepada Allahmu, engkau memberi yang paling istimewa buat kami. Sekarang, kami juga akan melakukan hal yang sama. Kami akan mengasihi Allah yang engkau sembah. Allahmu akan menjadi Allah kami. Kami akan menyembah Allah yang hidup, seperti teladanmu”.

Ah betapa indahnya menjadi ayah, ketika mengetahui bahwa yang kita lakukan bagi keluarga bernilai indah dalam kekekalan nanti. Mari terus berjuang bagi keluarga. Lakukan yang terbaik. Do hard things for Jesus and family.

Selamat hari Ayah 2013
Malaysia, 16 Juni 2013
Pk. 14.16 di atas bukit kecil penuh kenangan dengan Tuhan

Rudy

Lord, teach us from Your holy Word

The truth that we must know,

And help us share the joyous news

with all little ones around us. Amen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: